Archive for menulis
Jangan Pelit, Ayo Ngeblog!
Hari-hari ini aku sebenarnya ada dalam kondisi ‘futur nulis’. Tiba-tiba semangat untuk menuliskan berbagai hal seperti hilang. Bahkan meskipun konsep yang ingin dituliskan sebenarnya berlintasan silih berganti, namun hasrat untuk menuangkannya tidak ada. Bahkan beberapa kali ini aku batal untuk posting meskipun sudah ada didepan halaman editor posting dan judul telah kutentukan. Seakan-akan aku baru [...]
“Apakah selalu ada alasan untuk menulis?”
“Apakah selalu ada alasan untuk menulis?”
Ada… menulislah…
Menulis apapun…
apapun yang terjadi…
selama mata ini masih diizinkan melihat…
Memandang dari cakrawala timur hingga kebarat…
Menjangkau dari ufuk utara hingga selatan…
menulislah…
apapun yang terjadi…
Karena menulis mencegah hati kita letih…
Busuk lalu mengeras dan akhirnya mati…
Tak lagi peka dan berempati terhadap apa yang terjadi sepanjang hari…
Semua naluri runtuh, tertelan ego pribadi…
Menulislah…
apapun yang terjadi…
Karena lisan [...]
Melukis Peradaban
Melukis Peradaban
Minggu, Juni 8th, 2008
Menatap gejolak yang meluap dan menghanguskan serta meluluh lantakkan dunia islam,
ada yang harus dilakukan
Menyimak kedzaliman dan penindasan, yang menimpa dan mencengkeram dunia islam,
ada yang harus dikerjakan
Bukan semata merenung, kemudian meneteskan airmata
Bukan semata menjerit atau bertakbir, namun tiada yang dilakukan
Adalah menyiapkan diri,
menjadi anak panah-anak panah yang siap dilepaskan,
atau peluru-peluru yang siap [...]
Aku lebih cinta matiiiii… daripada kamu!!
“Aku cinta matiiiii… daripada kamu!!” by Admiring Pelangi
[Serius... ini fiksi lho, cuma sekedar cerpen iseng nan spontan]
“Say, aku cinta kamu!”
Akhwat yang diajak ngomong itu bengong. Jangankan tersentuh, kebayangpun nggak dengan apa yang barusan dicelotehkan si Cowok sableng itu.
“Ah… masa’ sih? Serius?” sahut si akhwat kesal.
“Seriuuuussss deh, aku cintaaaaaa banget sama kamu!” jawab si cowok dengan [...]
Blogger Review: Taufikurahmans Park
Nama saya “Taufikurahman”, tiga belas huruf, dengan “k” (bukan “q”), dan satu “r”. Kenapa perlu penekanan demikian ? karena sering saya menjumpai orang tidak tepat menulis nama saya. Lucunya dengan tiga belas huruf bersambung itu, saya menjumpai tidak jarang orang salah menyebutnya, sehingga yang terbaca: “Taifukurahman” capek deh…
Begitu kira-kira pak Taufik memperkenalkan dirinya [...]















