Home » Blogger Keadilan Sejahtera, Featured, tarbiyah

Surat Curhatku…

21 Nopember 2008 3 Comments

Kepada

Ikhwah Fillah semua

Di Tempat

Semalam saya hadir di acara Launching 100 Tokoh nasional versi PKS. Disana Ust. Anis memberikan sebuah orasi sebagai pengantar. Orasinya sangat panjang dan yang bisa saya simpulkan adalah memang benar soal penyebutan ‘guru bangsa’ pada pak Harto. Meski begitu orasi beliau sudah cukup menenangkan logika saya. Penyebutan tersebut tak lebih sebagai suatu ajakan agar bangsa indonesia tidak begitu saja melupakan peran positif beliau dan juga semua tokoh lainnya dalam sejarah kita. Mungkin dosanya juga bertumpuk, tapi bukankah ada sebuah hadits yang menyatakan larangan bagi kita untuk memaki orang yang telah wafat, seberapapun besarnya kesalahan mereka, karena sesungguhnya telah lebih dari cukup ganjaran yang Allah berikan padanya di alam kubur. Apa menurut antum hadits itu salah kutip atau manipulasi media?

Akh… ukh… saya mau mengingatkan! PKS itu bergerak sebagai sebuah jama’ah… dan ini adalah jama’ah manusia… bukan jama’ah malaikat atau jama’ah setan insyaAllah. Setiap kepala punya ijtihadnya masing-masing, idenya masing2, dan tidak mungkin jika jama’ah ini bisa memuaskan setiap pikiran dan ide-ide yang berkecamuk dalam kepala kita. Tapi satu hal yang membuat saya akan tetap percaya dengan kebijakan apapun yang diambil qiadah kita, kita punya mekanisme syuro disetiap level aktivitas kita. Ingatkah kita dengan janji keberkahan dari suatu proses musyawarah?

Kasarnya, kalau ada 1-2 orang di DPP yang ‘kehilangan otaknya’, saya masih yakin masih ada setidaknya 99 orang MPP yang itu memastikan bahwa kebijakan partai tetap syar’i dan menuju kemashlahatan ummat. Apa antum meragukan ke-murabbi-an mereka? Apa antum yakin kapasitas tarbiyah antum lebih baik dari mereka (ini poin ke 6 dalam hikmah dari peristiwa haditsul ifki)? Apa itu kurang cukup untuk membuat antum yakin bahwa kita digiring menuju keberkahan dengan mekanisme tersebut?

Mulai sekarang saya akan coba ngasih keterangan hanya dari apa yang benar-benar saya tahu pasti duduk perkaranya dan meminimalisir asumsi yang cenderung ‘akan seenak perut saya’. Setidaknya apa yang saya dengar/saksikan/baca langsung dari sumbernya. Saya mengajak ikhwah fillah semua untuk melakukan yang sama.

Wallahu A’lam bisshawwab

Traktir aku klo kmu suka artikel ini...

3 Comments »

  • MA said:

    Bagus, alhamdulillah

  • errick said:

    as I know, pesan utama yg pengen disampaikan adalah bab rekonsiliasinya, bukan suhartonya… dan isu rekonsiliasi mnrt sy adalah isu yg dilontarkan seorang pemimpin karena mengajak berdamai dan berangkulan utk kemudian fokus bekerja mengatasi masalah yg ada.

    adapun ttg soeharto. faktanya iklan yg cuma beberapa detik dan beberapa kali tayang ini dibahas sampe 2 minggu. hebat kan bisa jadi isu. iklan yg bilang, “hidup adalah perbuatan” atau yg “gerindra… gerindra…” ga segitunya dibahas, walaupun tampil berminggu-minggu

    erricks last blog post..The Match Maker

  • Ardian Perdana Putra (author) said:

    Yeah… memang jitu strateginya…
    Sepertinya iklan tersebut memang cukup matang dari konsep dan idealisme yang dibawa. Jika melihat trend pemberitaan di media pun berhasil mendongkrak proporsi pemberitaan PKS dibanding partai lain. Bukan demi mencari sensasi, tetapi agar idealisme dan pesan-pesan moral yang ingin disampaikan ke masyarakat dapat diterima secara luas. Tinggal masalah web-campaign dan propaganda butuh lebih disupport lagi nih…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

CommentLuv Enabled

Ardee’est Latest

Most Commented

Ardee’est Comments

Traktir Gue

Wahai para pengunjung blog yang budiman, traktir gue dunk. Lagi cekak nih... Maklum mahasiswa... (hehehe).

-->