Coincidency?

Jumat, September 5, 2008 10:35
Posted in category biografi, renungan, tarbiyah

Apakah ada yang kebetulan dalam hidup ini? Apakah saat Newton tersadar dengan prinsip gravitasi itu adalah karena kebetulan sebuah apel jatuh di kepalanya? Apakah jika seseorang menang judi lantaran dadu yang dikocoknya menunjukkan angka tertentu adalah suatu kebetulan? Atau… apakah jika anda tiba-tiba bertemu jodoh anda disuatu kesempatan lalu kemudian cocok dan memutuskan mengikat janji merupakan suatu kebetulan? Setelah dipikir-pikir, sebenarnya ‘kebetulan’ hanyalah suatu bentuk pelarian manusia dari sesuatu yang tidak mampu dijangkau/dipahami oleh logikanya. Bukankah tidak secuilpun fragmen hidup ini yang lepas dari kontrol sang Khalik Yang Maha Tinggi? Mulai dari jatuhnya sebuah apel sampai urusan jodoh… toh pada akhirnya kita harus sadar bahwa itu tak lepas dari kekuasaan Allah dalam mengatur hidup kita.

Beberapa hari lalu, di sebuah angkot menuju Jl. Setiabudi aku tersenyum sendiri. Saat pelan-pelan kurunut lagi fragmen yang kulewati beberapa bulan ini, terasa konyol sekaligus menakjubkan. Aku jadi bertanya-tanya… apakah momen-momen yang berlarian dalam pikiranku itu memang suatu ‘kebetulan’ saja, atau cara Allah menuntunku menemukan jalur hidupku? Tiba-tiba saja aku ragu… antara gembira dan waswas, mungkinkah ini jawaban Allah terhadap doa-doa malamku yang sebenarnya terkadang begitu kering… ataukah ini hanya bentuk optimismeku semata? Apakah Engkau sedang mengujiku dengan kegembiraan ini yaa Rabb?

Hatiku meluap-luap dengan cocktail rasa penasaran, keheranan, harap-harap gembira dan kewaswasan saat baru kusadari, satu per satu kejadian yang pernah kubayangkan dalam plot novel yang kuhentikan  pengerjaannya setengah tahun lalu tiba-tiba muncul dalam bentuk berbeda dalam kehidupanku. Saat seorang sahabat masuk rumah sakit karena kecelakaan, saat seorang saudariku benar-benar berangkat keluar negeri, saat tiba-tiba menemukan kisah menakjubkan dari seorang Akhwat Blogger yang  baru-baru ini kukenal,  saat aku menyaksikan titik balik dari kehidupan seseorang, bahkan saat akhirnya prosesku berakhir dengan penolakan, semuanya seakan merupakan jawaban dari kebingunganku  yang memuncak saat naskah itu kutinggalkan. Peristiwa-peristiwa ‘kebetulan’ itu seakan terlalu simultan untuk dikatakan sekadar sebuah ‘rangkaian’ koinsidensi. Mungkinkah ini kehendak Mu… agar aku menyelesaikan cerita yang baru kutuliskan sepertiganya itu ya Allah? Ataukah ini hanya pikiranku yang terlalu iseng berteori konspirasi tentang ketentuan-Mu padaku dimasa depan? Padahal tidak sedikitpun kuragukan kekuasaan-Mu yang Maha Absolut dalam membuat segala yang mustahil menjadi sesuatu yang nyata.

Mungkinkah jalan hidupku ternyata berjalan bagaikan plot dari sebuah novel. Ya, kisah itu memang tidak murni fiksi. Bagaimanapun ada sebagian dari diriku dan fragmen kehidupanku yang sengaja kumasukkan, sekedar untuk membuatnya lebih mendekati dunia nyata. Tapi… saat sesuatu yang tidak benar-benar nyata, sesuatu yang kukarang-karang sendiri dalam imajinasiku tiba-tiba muncul didepan mataku… bagaimana mungkin aku tidak tergetar dengan ‘rangkaian koinsidensi’ itu? Apa artinya semua ini?

Titik itu membuatku menemukan kembali alasan untuk bertanya kembali pada-Mu Tuhanku…

Traktir aku klo kmu suka artikel ini...

You can leave a response, or trackback from your own site.

Tidak ada Komentar

(Required)
(Required, will not be published)