FORUM MAHASISWA CINTA BANDUNG DUKUNG DADA
Forum Mahasiswa Cinta Bandung Dukung Dada
BANDUNG, DRMC
Sebanyak 140 aktivis kampus dari 20 perguruan tinggi di Bandung yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Cinta Bandung (FMCB), Senin (28/7) melakukan aksi sosial dengan memberi layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu.
Kegiatan ini murni dilakukan mereka sekaligus membantu ikut kampanye untuk pasangan calon wali kota/wakil wali kota H.Dada Rosada/Ayi Vivananda. Sambil melayani masyarakat, mereka membagi-bagikan pamflet dan selebaran yang isinya menyosialisasikan pasangan Dada/Ayi.
Kegiatan awalnya dari kawasan Andir, selanjutnya massa bergerak hingga ke beberapa daerah. Di Jln. Merdeka Bandung, mereka melakukan aksi simpatik dengan membagi-bagikan selebaran kepada setiap pengguna jalan dan para pengendaraan kendaraan bermotor.
“Ini murni dari kami, karena kami menganggap Pak Dada masih cocok dan masih yang terbaik untuk memimpin Kota Bandung lima tahun mendatang,“ ujar Yudi koordinator aksi sosial.
Saya dan beberapa kawan ketawa saja dengan tulisan ini dan beberapa spanduk yang terpasang di sudut-sudut jalan bandung dengan mengatasnamakan “Forum Mahasiswa Cinta Bandung”. Langsung terlintas sebuah pertanyaan di benak saya, “Masak iya, sekarang ada mahasiswa yang bisa dibeli sama DADA ROSADA?”. Gak masuk sedikitpun dalam logika saya jika ada mahasiswa yang sekubu dengan si Incumbent ini, karena jelas sikap politik mahasiswa akan berbeda dengan sistem nilai materialis dan penuh kepentingan sesaat tim sukses Dada. Mustahil ada mahasiswa yang masuk ke kubu Dada kalau tidak ada apa-apanya.
Saya mendengar kabar yang lebih nyeleneh lagi. Pak Haru Suandaru mendapat SMS teror dari pihak-yang-tidak-perlu-disebutkan-namanya, yang protes dengan banyaknya aksi mahasiswa menyerang kubu dada, terutama seputar makin menguatnya dugaan korupsi yang dilakukan sang Incumbent ini, salah satunya terkait kasus punclut. Seminggu terakhir ini memang ada beberapa kali aksi mahasiswa yang membawa tuntutan hukum agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai dugaan korupsi dan kolusi (berdasarkan laporan intelejen kejaksaan seputar kasus punclut yang bocor ke publik beberapa waktu lalu) yang dilakukan Dada Rosada selama menjabat.
Hal yang paling lucu adalah munculnya statement dari pihak penteror, “Ah lagu lama menurunkan mahasiswa kejalan! Ngapain ‘ngirim’ mahasiswa ke kejagung dan kajati segala?”. Hal ini lucu karena pihak yang diteror sendiri tidak tahu menahu secara persis soal seluk beluk geraknya kubu mahasiswa ini. Opini saya pribadi, menurut saya wajar-wajar saja jika TRENDI lebih mendapat dukungan dari kalangan gerakan mahasiswa. Orientasi dan logika mereka match kok satu sama lain. Lagipula mungkin baru fair untuk dikritisi jika para mahasiswa itu tidak membawa argumen dan bukti yang kuat terhadap tuduhan yang mereka alamatkan pada Dada Rosada tersebut. Lha… masalahnya mereka kan membawa argumen dan bukti yang kuat, lagipula mereka bergerak berdasarkan logika dan rasionalitas mereka sendiri. Lalu apa salahnya jika kemudian seakan-akan arus gerakan mereka sejalan dengan apa yang di usung TRENDI?
Justru yang dipertanyakan adalah aksi klaim terhadap dukungan mahasiswa dari kubu Dada Rosada sendiri. Gaya-gaya propaganda yang digunakan tim sukses Dada Rosada (’buntut’nya gak usah disebut lah ya… hanya penjilat yang berhasil mengambil hati Megawati, padahal tidak mengakar di PDIP sendiri) mengingatkan kita dengan spanduk-spanduk dukungan PLTSa yang sempat marak memenuhi Bandung beberapa bulan lalu. Gaya yang mirip itu mengindikasikan bahwa propaganda tersebut ditangani oleh tim media yang sama. Yang butuh dicermati lebih teliti lagi, spanduk PLTSa yang dulu sering kita lihat itu mengatasnamakan warga dari lokasi pemasangan spanduk tersebut. Lucunya, desain spanduknya sama persis dari berbagai lokasi tersebut, hanya berbeda di bagian nama pihak warga yang diklaim.
Nah… sekarang, yang menjadi pertanyaan “beneran gak, ada mahasiswa yang mendukung Dada Rosada? Atau hanya sekedar klaim sepihak saja? Saya dan beberapa kawan jadi tergelitik untuk menantang ‘para mahasiswa’ yang bergabung dengan ‘Forum Mahasiswa Cinta Bandung’ itu. Seperti apa sih tampang mereka? Bisa nggak mereka mempertanggungjawabkan ‘dukungan’ mereka tersebut? Atau mungkin lebih tepatnya, BISA NGGAK TIM SUKSES DADA MEMPERTANGGUNGJAWABKAN KLAIM SEPIHAK YANG MEREKA LAKUKAN? Jadi sekarang siapa yang menyenandungkan ‘lagu lama’ itu?
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me« Sudahkah? | Home | Cracker simpatisan TRENDI kalahkan tim IT DADA »