Alhamdulillah, Kita Menang!

Senin, Agustus 11, 2008 15:31

Saya membaca posting ini dan coba memberikan sedikit opini saya tentang pilwakot Bandung.

Menurut saya kita gak kalah…
Masih terlalu banyak hikmah yg bs diambil dari pilwakot ini…
Kang Haru pernah bilang (pendekatan konteks), sebenarnya gak ada istilah ‘kita menyelamatkan bandung’ yang ada adalah ‘warga bandung menyelamatkan diri mereka sendiri’. Kalau ternyata ‘yang itu-itu lagi’ yang menang, berarti warga bandung belum siap menyelamatkan kota mereka, atau persepsi mereka tentang ‘kota bandung yang terselamatkan’ masih berbeda dengan persepsi kita.
Pas jaga jadi saksi di TPS kemarin, saya ngobrol sama seorang ketua RT. Beliau curhat, “seandainya ini (PKS) berkoalisi dengan itu (beliau menunjuk PAN), saya yakin mereka juaranya.”. Pembicaraan itu saya endapkan dipikiran saya hingga beberapa jam kemudian dan kemudian saya teringat bahwa apapun hasil (fisik) pilkada ini, yang kita usung adalah hasil dari sebuah musyawarah dan keberkahan  proses syurolah (serta ridho Allah) yang kita kejar.
Dan hikmah yang bisa saya ambil adalah, Allah memberikan hadiah yang lebih besar buat jama’ah ini. Mungkin, jika memang kita berkoalisi dengan partai lain kemenangan itu bisa kita raih. Tetapi bisa jadi muncul ganjalan-ganjalan didalam internal ikhwah yang tidak sepakat dengan koalisi tersebut. Sekarang, memang kita tidak ‘memperoleh suara terbanyak’, tapi Alhamdulillah, Allah menjaga soliditas ikhwah di Bandung. Dengan segala bentuk aktivitas kita selama musim kampanye kemarin (DS, atributisasi dll), insyaAllah, Allah telah memberikan tadrib amal dan telah melengkapi perbekalan kita untuk menyongsong pemilu 2009. Amin…

Update 20 08 2008:

Dengan kondisi dana ‘kampanye’ dada vs trendi = 180Milyar : 2,2Milyar, 1 hektar untuk setiap RW yang menang, Rp 20jt per PKK, sembako dan bentuk2 money politics lainnya, sebenernya angka 26% itu menunjukkan kemenangan kita…
26% itu sama dengan jumlah kader + jumlah masyarakat bandung yang loyal PKS dan menolak money politicsnya DADA ROSADA. Itu sudah modal besar untuk 2009.

Traktir aku klo kmu suka artikel ini...

You can leave a response, or trackback from your own site.

& Komentar

  • At 2008.08.11 18:03, Masherroe said:

    Alhamdulillah,itulah yang terbaik yang Alloh berikan….Kalo boleh saya memberi saran, PKS harus lebih “membumi” lagi di masyarakat, jangan hanya pada saat ada kegiatan ataupun baksos aja. Secara personal harus mau “ngariung” atawa kumpul dengan masyarakat, berdialog secara pribadi. Jangan memberikan kesan eksklusive. Mungkin dari dalam tidak terasa bahwa sebenarnya PKS tidak eksklusive di masyarakat, tetapi bila dilihat dari luar PKS dan bukan oleh orang PKS/masyarakat awam, apa yang dilakukan sehari-hari diluar kegiatan resmi PKS terasa eksklusive-nya. Tunjukan rahmatan lil alamin-nya tanpa harus menunjukkan bahwa kita PKS. Dekati orang-orang yang memang memiliki keimanan yang kurang, anak2 muda yang hidupnya sekuler, orang tua yang masih memegang prinsip senioritas. Tembuslah mereka dengan hikmah tanpa harus mengatakan dan menujukkan PKS-nya,karena pada saatnya akan muncul dengan sendirinya. Merekalah sebenarnya lahan dakwah. Jika hanya bergaul sesama anggota PKS, rasanya justru memperlihatkan eksklusivisme-nya. Wajar saja bila di Bandung PKS kalah oleh paham kesukuan - “Abdi mah urang Bandung” -. Ini sebenarnya yang gagal ditembus oleh PKS di Bandung. Jika approach-nya bagus tentunya segala macam benteng termasuk kesukuan akan menjadi cair. Saya melihat di masyarakat, yang terlihat oleh mereka adalah PKS membawa PKS bukan membawa Islam, jangan sampai kesan ini muncul kembali di Masyarakat! ingat di masyarakat bukan di dalam PKS! PKS memang berjuang untuk menegakkan Islam, namun ternyata yang terlihat dan berkesan di masyarakat bukan itu. Bukan juga dengan koalisi dengan partai lain namun berkoalisi dengan masyarakat dan menjadi milik & kebanggaan mereka. Sekali lagi mencairlah dan berbaur dengan segala lapisan masyarakat di luar atau tanpa harus ada kegiatan resmi secara personal namun tetap solid dengan sesama anggota. Yang merasakan ekslusive dari luar, bukan dari dalam. Akan lebih terasa jika anggota2 PKS secara personal lebih “menjadi masyarakat” ketimbang menjadi anggota PKS. Dirikanlah sekolah2 murah dan bermutu, karena yang terlihat justru sekolah2 baik dari tingkat playgroup, tk dan selanjutnya dengan biaya yang fantastis. Bagaimana bisa berbaur dengan masyarakat. Wajar saja muncul kesan sekolah yang didirikan oleh PKS atau oleh personal PKS secara pribadi hanya untuk orang2 yg berduit di jaman multi krisis ini. Afwan bila saya memberikan masukan, sejujurnya bukan karena kebencian namun karena saya juga muslim. Semoga Alloh membentangkan jalan & kemudahan untuk perjuangan kedepan….

    • At 2008.08.11 19:11, Ardian Perdana Putra said:

      terimakasih masukannya. InsyaAllah berguna. Respon anda saya forward ke milis2.

      (Required)
      (Required, will not be published)