Arti Sebuah Kepercayaan dalam Kerja
Senin, Juli 7, 2008 18:18Belajar mencari sumber penghidupan memang memberikan banyak hikmah bagi kita. Terutama hikmah tentang betapa berharganya setiap tetes keringat kita untuk mencari sesuap nasi (plus segenggam berlian). Kita juga bisa belajar bahwa dari sejumlah penghasilan tersebut ada hak orang lain yang butuh untuk kita tunaikan, baik dalam bentuk infaq, shadaqah ataupun zakat, jika sekiranya penghasilan tersebut telah mencapai nishabnya. Belajar mencari maisyahpun mengajarkan kita tentang arti pentingnya manajemen keuangan dan efisiensi anggaran agar apa yang kita belanjakan bisa sesuai dengan apa yang kita dapatkan dari usaha tersebut.
Artikel ini bukan tentang hikmah-hikmah diatas, tapi mengenai salah satu hikmah lain yang sekarang sedang saya pelajari saat ini, yaitu tentang seberapa mahalnya kepercayaan dan arti dari loyalitas dalam bekerja. Ya, sungguh hanya karena pertolongan Allah lah aku bisa memperoleh pekerjaan freelance yang cukup fleksibel untuk dijalankan bersama kusutnya TA yang baru kembali dijalankan setelah sekian lama vakum (kayak ngeband aja ya… pake acara vakum). Pekerjaan itu alhamdulillah masih berkaitan dengan ‘profesi’ sekunder saya… sebagai seorang blogger yang hobby ngutak-atik wordpress hosting. Seorang bu Dani, seorang alumni desain Interior ITB menawarkan pekerjaan freelance pada temanku kamil yang selanjutnya mengabarkannya kepadaku. Singkat cerita bu Dani cukup sreg denganku dan akhirnya memberikan pekerjaan itu. Kebetulan karena skill dan hobi yang kumiliki tidak jauh-jauh dari dunia desain dan web development, akhirnya aku diberikan pekerjaan yang berkaitan dengan skill tersebut. Tugas pertamaku adalah merancang logo perusahaan dan membuat toko online untuk perusahaan yang baru kumasuki ini.
Well, untuk task pertama tidak ada masalah… karena sebenarnya bukan sekali dua kali saya membuat logo perusahaan/instansi. Setidaknya salah satu logo buatanku secara sukses dan meyakinkan telah digunakan oleh PT. Nusantarindo Agro Energi (Sinergi) perusahaan milik Dwi, sahabatku. Untuk tugas kedua, meskipun aku tidak terlalu asing dengan bidang ini, tugas ini cukup menjadi tantangan tersendiri bagiku. Aku mendapat tugas untuk membuat website dengan budget sekecil mungkin, dengan tampilan seelegan mungkin. Ini berarti aku tidak saja harus mensiasati anggaran untuk akses internet dan mencari hosting serta domain yang murah tapi kualitas lumayan bagus. Untungnya beberapa saat sebelumnya aku kebetulan ada job sejenis, yaitu menangani website pribadi si Dwi juga mensetup situs untuk Blogger Keadilan Sejahtera (Masih on progress nih). Pilihanku pun segera jatuh pada Dijaminmurah, yang sepengetahuanku saat ini adalah yang memberikan penawaran paling murah diantara perusahaan hosting yang lain. Performance servernya pun cukup baik dan hingga saat ini belum menunjukkan ada masalah.
Hal yang pertama kulakukan adalah membuat konsep sistem dan desain layoutnya, plus tentunya rencana anggarannya. Setelah hitung menghitung, akhirnya jadilah konsep website dengan anggaran yang menurutku super irit itu. Kubilang super irit karena alokasi dana untuk akses internet sudah kupangkas sekecil mungkin karena menggunakan jaringan internet kampus. Tetapi ternyata gak semudah itu untuk meyakinkan bahwa anggaran itu sudah seirit-iritnya yang aku bisa buat. Konsep berwujud semi proposal itupun akhirnya harus dibahas ulang. Untungnya untuk logo perusahaan ternyata beliau cukup appreciate dengan rancangan logo buatanku. Hanya sedikit modifikasi kecil saja dan logoku akan segera digunakan untuk dua badan usaha sekaligus! Untuk CV dan PT yang beliau kelola saat ini.
Bisa jadi sebenarnya inti masalahnya adalah bosku itu belum bisa memberikan kepercayaan penuh berhubung aku sendiri masih baru bergabung. Meskipun dari awal aku sudah meniatkan diri untuk belajar menjadi karyawan (cieh… karyawan) yang baik dan loyal, namun ternyata tidak semudah itu kepercayaan dari bosku datang. Itulah sebenarnya tantangan utama yang harus kuhadapi saat ini. Disatu sisi aku harus berpikir untuk menurunkan budget yang sebenarnya sudah cukup kecil itu dan disisi lain juga harus meyakinkan ke beliau bahwa inilah skema anggaran yang paling ekonomis yang bisa kuberikan.
Hikmah yang bisa kuambil adalah, dalam dunia usaha ~sebenarnya berlaku baik bagi entrepreneur maupun karyawan~ harga sebuah kepercayaan jauh lebih bernilai ketimbang tumpukan modal material, skill yang mumpuni ataupun berbagai fasilitas dan infrastruktur yang telah dimiliki. Kesemuanya tidak ada artinya jika tanpa dibarengi adanya sebuah kepercayaan dari mitra kerja kita. Ini merupakan konsekuensi logis karena kita bekerja tidak hanya dengan mesin, namun juga berinteraksi dan berkomunikasi sebagai bagian dari tim kerja, apalagi ini dalam konteks hubungan karyawan-bos. Dalam hal ini, bagiku pribadi ini artinya aku harus lebih menunjukkan kesungguhan dan loyalitas sebagai bagian dari tim ini. Akupun yakin ini nantinya akan ada manfaat dan hikmahnya untuk kugunakan di GPH. Untuk sekarang, sekian dulu deh… udah maghrib.
Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa wa in lam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khosiriin…
Bagaimanapun terbatasnya ya Allah… inilah usaha hamba…
In kunta tardhaa… laththif qalbaha yaa muqallibal quluub…
Traktir aku klo kmu suka artikel ini...




Pastikanlah bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari
menjadi proyek-proyek yang hasil-hasilnya
akan menjadi sebuah besaran yang mengagumkan,
paling tidak bagi diri ini.
wadiyos last blog post..