Home » Blogger Keadilan Sejahtera, Featured, politik, tarbiyah

Taufikurahman-Abu Syauqi untuk Kota Bandung

23 Juni 2008 17 Comments

Kemarin adalah hari yang bersejarah buatku. Pertama, karena kemarin adalah hari deklarasi pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Bandung yang diusung oleh PKS. Kedua, karena ada ‘deklarasi yang lain’ di GOR Citra Arena Cikutra itu (*halah* deklarasi…). Hmmm… kita simpan saja dulu ceritanya untuk nanti. Yang terpenting adalah moment utama dari kehadiran kader dan simpatisan PKS disana, yaitu pengumuman siapa yang akan mendampingi Dr. Taufikurahman sebagai Calon Wakil Walikota Bandung periode 2008-2013.

Saya yakin tidak hanya saya yang berdebar-debar menanti siapakah orangnya yang akan mengemban amanah berat sebagai Cawawalkot PKS tersebut. Format acara pun bisa dikatakan agak diplot surprise. MC yang berada didepan membuat para hadirin penasaran dan menerka-nerka siapa orangnya. Saat MC menunjuk kearah audience tersebut, beberapa ‘cawawalkot bayangan’ terlihat melambai-lambai dari beberapa sisi, membuat audience semakin penasaran. Beberapa saat kemudian akhirnya barulah MC mengumumkan nama Dedi Triesnahadi atau lebih dikenal dengan sebutan Abu Syauqi. Takbir segera bergemuruh memenuhi ruangan GOR.

Setelah penantian dan musyawarah yang alot di internal partai ini, akhirnya terpilihlah ustadz Abu Syauqi pada dini hari, tanggal 22 Juni 2008. Yang bersangkutan pun cukup kaget saat menerima telepon dari Pak Haru (Ka DPD PKS Bandung). Meskipun secara resmi mengundurkan diri sebagai simpatisan beberapa waktu sebelumnya, ternyata tidak menghalangi musyawarah untuk menetapkan pendiri rumah zakat ini sebagai pendamping pak Taufik. Satu hal inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan barisan PKS. Mereka bukan memilih orang-orang yang bernafsu menggapai kekuasaan dengan cara apapun, melainkan figur tawadhu yang secara individu menolak kekuasaan tersebut namun jika ternyata kehendak jama’ah ini menentukan dirinya harus mengemban amanah tersebut, maka ia dengan lapang dada siap mengemban amanah tersebut.

Saya pribadi melihat kombinasi Taufikurahman dan Abu Syauqi merupakan perpaduan yang tepat. Dr Taufik dengan latar belakang kepakaran dan Akademisinya cocok menjadi figur konseptor kebijakan. Disamping itu, eksistensinya sebagai seorang blogger juga menjadi nilai lebih dalam masalah kritisisme dan kepekaan terhadap fenomena sosial yang ada dalam masyarakat. Adapun Abu Syauqi dengan latar belakangnya sebagai pendiri Rumah Zakat adalah sosok praktisi di bidang sosial kemasyarakatan. Pengalamannya dalam mengemban amanah pengelolaan dana umat bagi saya pribadi merupakan jawaban dari masalah korupsi yang selama ini telah mengakar di birokrasi kita. Konsep yang dibawa islam dalam pengelolaan dana umat semoga juga dapat diaplikasikan dalam pengelolaan APBD kota Bandung, sehingga masyarakat bisa lebih merasakan secara utuh alokasi anggaran tersebut.

Menyoroti kedua figur ini, kita juga akan menemukan bahwa mereka berdua berasal dari komunitas yang memegang nilai keagamaan secara kuat. Pak Taufik menghabiskan masa kuliah S1 dan S2 di lingkungan masjid Salman. Sebuah masjid yang dicatat sejarah sebagai masjid kampus pertama dan serta pembinaannya yang fenomenal dalam event LMD (Latihan Mujahid Dakwah) yang telah melahirkan tokoh-tokoh nasional sekelas Al-Hilal Hamdi (mantan Menaker), Hatta Radjasa (Menristek), Husni Thamrin (anggota DPR dari Golkar), Irfan Anshari (anggota DPRD Jabar), Alimin Abdullah (Bendahara PAN) dll. Selain itu beliaupun sejak dekade ‘90-an telah dikenal di komunitas ISNET, komunitas netter tertua indonesia yang banyak berisi aktivis muda islam. Sedangkan Ust. Abu Syauqi sejak 1998 telah dikenal sebagai seorang dai muda bandung. Ia bersama dengan pengajian majlis ta’lim Ummul Quro berinisiatif untuk mendirikan Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ) yang bertujuan mengelola dana umat dari zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf secara lebih profesional dengan menitikberatkan program pendidikan, kesehatan, pembinaan komunitas dan pemberdayaan ekonomi sebagai penyaluran program unggulan [1]. DSUQ inilah yang kemudian hari bertransformasi menjadi Rumah Zakat Indonesia.

Pantas bagi kita untuk menaruh harapan besar pada pasangan ini untuk dapat menjadi pengusung perubahan bagi ibukota Jawa Barat yang semakin hari semakin semrawut dengan segala masalahnya. Tentunya tidak sekedar menaruh harapan kemudian menonton perkembangan yang terjadi. Kemenangan tidak akan datang dengan sendirinya. Butuh aksi dan kontribusi riil dari kita semua agar perubahan dikota bandung dapat terwujud. Langkah paling dekatnya adalah bergabung dengan barisan pendukung Taufikurahman-Abu Syauqi dan berkontribusi dengan apapun yang kita punya. Maka dari itu saya menyatakan siap untuk memberdayakan blog ini semaksimal yang saya bisa untuk mengkampanyekan pasangan ini. SAYA MENDUKUNG TAUFIK-ABU SYAUQI, BAGAIMANA DENGAN ANDA?

Traktir aku klo kmu suka artikel ini...

17 Comments »

  • ronald said:

    Golput aje ahhh,

    siapapun sing menang sama aje,
    giliran mereka duduk di atas,
    lupa deh amah yang dulu memilihnya,

    mendingan golput aje deh,
    kayak di jateng bagus tuh, golput-nya banyak.
    golput memang OK.

  • souvenir pernikahan said:

    insya allah,….amin amin amin

  • Ardian Perdana Putra (author) said:

    @ Ronald:
    Saya juga akan golput… kalo PKS udah nggak ada lagi di indonesia.
    Tapi bagi saya, selama PKS istiqomah sesuai apa yang mereka usung selama ini… masih HARAM hukumnya untuk golput! Saya masih percaya bahwa negeri ini masih bisa bangkit dari kebobrokan masa lalunya, selama mereka DIPIMPIN OLEH ORANG-ORANG YANG TAKUT HANYA PADA ALLAH DAN PERCAYA AKAN AKHIRAT DAN DATANGNYA HARI AKHIR! Dan di barisan ini saya masih menemukan orang-orang semacam itu. Jadi, saat ini nggak ada alasan bagi saya untuk golput, kecuali karena KTP saya bukan KTP bandung…

    @ souvenir pernikahan
    Amin…

  • Francisca said:

    Menurut aku, golput itu gak menyelesaikan masalah, gak solusi juga! Puji Tuhan aku pilih PKS, karena aku lihat partai ini elegan tidak kampungan seperti yang lain. Mungkin bisa membela minoritas yang katanya mengadopsi Piagam Medina? Oia, istiqomah itu apa sich artinya?
    Thanks a lot yah!

  • Ardian Perdana Putra (author) said:

    @ Francisca:
    Terimakasih atas komentarnya mbak,
    istiqomah itu artinya berpendirian kuat, memegang teguh prinsip, mungkin padanannya klo di jepang seperti etos ‘bushido’ (nghh… mungkin nggak tepat2 banget sih).
    Saya yakin bahwa yang mbak harapkan dari PKS sebagai pembela hak minoritas akan terwujud. Karena apa yang saya dan juga rekan2 di PKS yakini tidak ada diskriminasi dalam ajaran agama kami. Setiap warga negara dijamin haknya tanpa terkecuali.
    Hal ini tercermin pula dari sejarah khalifah-khalifah (terutama 4 khalifah pertama) yang menggantikan nabi Muhammad SAW. Salah satunya Umar Bin Khattab, yang pada masanya terjadi penaklukan Syam (Irak sekarang) dan Palestina. Begitu ditaklukkan, diadakan pemberlakuan Jizyah bagi non-muslim seperti juga kaum muslim diwajibkan zakat (keduanya analog dengan pajak didalam negara konvensional). Kompensasi dari jizyah tersebut, adalah dijaminnya hak setiap warga disana tanpa terkecuali. Pengaruhnya amat luar biasa, karena ketika pasukan kaum muslim hampir dipukul mundur dari palestina, seluruh jizyah yang dibayarkan dikembalikan pada rakyat, karena negara tidak dapat lagi menjaga keamanan dan hak warganya tersebut. Yang terjadi kemudian adalah secara sukarela warga palestina ~tidak peduli muslim atau bukan, tanpa terkecuali~ bergabung dengan pasukan muslim untuk mempertahankan palestina.
    Thanks a lot for the comment.

  • Syauqi said:

    @francisca
    terima kasih atas dukungannya ya..
    bisa add friendster kami (taufik-deni abu syauqi) di http://www.friendster.com/deniuntukbandung
    http://www.friendster.com/taufikurahman

    ada juga di
    http://www.denitriesnahadi.multiply.com

    tks a lot ya..

  • oRiDo™ said:

    klo gak salah…
    yg punya blog ndukung yg tanpa partey tuh..
    ;-)

    oRiDo™s last blog post..[DKMB] WinShalat – Simulasi Shalat

  • Francisca said:

    Terimakasih
    Saya simpatik tapi prihatin, umat muslim masih identik dengan keterbelakangan (maaf ya mas maaf…) contoh faktanya sekolah dan rumah sakit yang bagus umumnya non-muslim, saya harap PKS bisa mengubah paradigma ini! Keislaman kalian jangan hanya wacana tapi harus aplikatif. Saya yakin Islam itu solusi!
    Mari kita berjuang bersama demi kedamaian, keadilan dan sejahtera… Tuhan memberkati…

  • Ardian Perdana Putra (author) said:

    Terimakasih kembali mbak…
    Saya amat appreciate dengan perhatian mbak. Terimakasih atas masukannya.

  • hanum sujana said:

    Semoga Islam yang akan tampil di Indonesia dan dunia adalah Islam yang sesungguhnya. Jayalah Indonesiaku, harapan itu masih ada….! Allah SWT memberkati.
    Menuju Indonesia yang bermartabat, lihat SWA dua pekan ke belakang. Indonesia calon raksasa dunia asal dipimpin oleh pemimpin yang adil dan bijak. Selamat bekerja saudaraku. Aku mendukungmu!!! Allahu Akbar!

  • Arie said:

    Entah mengapa, saya kok lebih tertarik pada ‘deklarasi yang lain’ ya. Hehehe…

    Sing lancar aja Kang…

    Aries last blog post..Totok Leher

  • dimas said:

    mudah mudahan Allah memudahkan para pemegang amanah untuk menunaikan nya dengan baik. dukung Taufix dan abu syauqi

  • Bani said:

    Adipura Tingkat Nasional:

    Kota terkotor 2007 = Bandung
    Kota terbersih 2007 = Medan
    Kota dengan tata kota terbaik 2007 = Jakarta Pusat

    Kota dengan pelayanan lingkungan terburuk 2008 = Bandung
    Kota terbersih 2008 = Belitung

  • ardee (author) said:

    Kesimpulan mutlak: 1. Pemerintah kota periode sebelumnya gagal dalam menjaga kebersihan. 2. Incumbent gak tau malu sehingga masih saja berani mencalonkan diri.

  • Abu Fath said:

    Mba Francisca, saya teringat ketika saya masih kuliah dulu di perguruan tinggi swasta di Kota Bandung yang mayoritas mahasiswanya keturunan Tionghoa, pada saat yang sama saya dihadapkan pada dua kondisi: di Bandung saya mayoritas dan di kampus saya merasakan bagaimana menjadi kelompok minoritas. Pengalaman yang sungguh luar biasa bagi saya yang boleh jadi sedang Mba dan saudara-saudara yang lain rasakan juga hingga saat ini. Dari sinilah saya melihat baik di Bandung maupun di kampus, bahwa hanya mereka yang tidak memahami dengan benar konsep agamanya lalu kemudian dirasuki kedengkian yang amat sangat yang sanggup melakukan penindasan terhadap siapa saja termasuk minoritas.
    Saya berdo’a kepada Allah SWT, semoga Dr. Taufikurrahman, Ust. Abu Syauqi dan kader-kader PKS adalah orang-orang yang benar-benar memahami Diin Islam ini, berjuang tanpa tujuan yang lain selain keridhaan Allah SWT dan sanggup menghadirkan wajah kepemimpinan adil untuk semua umat tanpa terkecuali seperti di masa Rasulullah Saw dan para sahabat, amiin ya Rabbal ‘Alamiin.

  • rahman said:

    top abis deh postingannya.

    rahmans last blog post..SEMBILAN PERSIAPAN MENUJU PERNIKAHAN DINI

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

CommentLuv Enabled

Ardee’est Latest

Most Commented

Ardee’est Comments

Traktir Gue

Wahai para pengunjung blog yang budiman, traktir gue dunk. Lagi cekak nih... Maklum mahasiswa... (hehehe).

-->