Langit, Izinkan Aku Menemukan Pelangiku

Susahnya mencari politisi indonesia yang ‘Dewasa’

By Ardian Perdana Putra • April 23, 2008 • Category: Tak Berkategori |

Posted by mobile phone:
Tulisan singkat ini merupakan tanggapan dari tulisan mas yang ini: http://hadiwrite.blogspot.com/2008/04/kemenangan-dan-kekalahan.html Sesuai judulnya, berkaca dari hasil pilkada jabar yang menempatkan pak Ahmad Heryawan (bosen liat wakilnya yang lebih sering diekspos sama infotainment akhir2 ini). Penolakan dari kubu tetangga, demonstrasi yang overacting, sampe demonstran yang kepergok dimobilisasi dengan cara yang konyol (baca di detik bandung, ada rombongan ibu-ibu dan anak-anak yang datang ke bandung karena iming-iming diajak jalan-jalan, makan-makan dan piknik-piknik (halo… halo…). Sebenarnya itu mencerminkan ketidak dewasaan politisi kita. Nggak bermaksud membela golongan tertentu (yang kebetulan mendadak jadi sering menang pilkada, mungkinkah ini titik balik kiprah politik pks?). Cuma sebenarnya respon-respons seperti yang kita lihat dua hari ini sebenarnya tidak perlu terjadi kalau elit-elitnya cukup dewasa dalam menyikapi kemenangan dan kekalahan. Kita nggak bisa begitu aja menyalahkan grassroot yang bertindak anarkis atau brutal. Apalagi menyalahkan masyarakat yang kalau dinilai secara kasar bisa dikatakan tidak terdidik secara politik dengan baik. Kenyataannya, kondisi masyarakat yang seperti itu justru lebih menguntungkan bagi mereka-mereka yang sekarang protes. Kalo toh keuntungan itu tidak bisa mereka manfaatkan, berarti yang salah adalah mesin politik mereka yang tidak berjalan.
Saya pikir pakar dan komentator politik sudah cukup banyak membahas dan menganalisis berbagai aspek seputar pilkada jabar. Mulai dari aspek tingginya golput, banyaknya pemilih yang tidak terdata, analisis umur, kecerdasan pemilih hingga tampang si calon. Mungkin sumber analisis itu cukup untuk mengambil kesimpulan sendiri tentang akan seperti apa kira-kira pemilu nasional yang akan menjelang kurang dari setahun lagi. Kesimpulan kita masing-masing seharusnya cukup pula menjadi dorongan bagi kita untuk memulai self action. Kalo masyarakat kita dinilai kurang cerdas berpolitik, ya… waktu 6-12 bulan kedepan adalah waktu yang tepat untuk memulai pencerdasan. Misalnya mulai menulis di blog dengan topik “politics for dummies” mungkin, atau lebih jauh mungkin mengirimkan artikel ke koran dalam kolom opini (saya baru dua kali mengirim dan dua2nya ditolak, hehe).
Itu dulu kali ya postingan untuk hari ini…. wassalam.

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

& Komentar

(Required)
(Required, will not be published)

« iPhone ready? I dont know… | Home | Kesel… kesel… kesel… »