Home » nge'londho'

[Milis] Nuklir untuk kesejahteraan Bangsa

19 April 2008 232 views One Comment

My Friends, Kamil and Zamzam are two students of Physics Study Program of Bandung Institute of technology. Zamzam from Electronics and Computational Laboratory and Kamil from Nuclear Reactor Physics Laboratory. In our private mailinglist they wrote a simple reasoning that I think worth to shared. So I present this article for you all. This Article was written dialogical, so it differentiate by the color. The black one is written by zamzam and the blue one written by kamil. I hope U all enjoy it.


Ngelondho’est Things in My Life
Ardian Perdana Putra

Reaktor
Ingin Indonesia bangkit? Solusinya adalah membangun reaktor nuklir!
Membangun reaktor nuklir merupakan salah satu solusi dari membangun Indonesia, khususnya dari segi energi..
Menurut ane yang tak kalah penting adalah peningkatan etos kerja dari manusia Indonesia itu sendiri. Kerennya IPM lah.. Non sense kalo kita bisa membangun bangsa dengan kualitas SDM yg payah..
Tidak berlebihan. Logikanya begini, teknologi tertinggi di dunia saat ini adalah teknologi tentang pengembangan nuklir. Tidak percaya? Tanya saja sama patih amangkubumi sono :D . Ketika kita menguasai teknologi dengan tingkat kecanggihan dan kesulitan yang tinggi maka kemajuan di bidang-bidang lain akan terakselerasi dengan sangat cepat. Buktinya bisa dilihat di Pakistan dan India. Ini yang pertama.
Iya betul. Setau saya, standar teknologi nuklir itu di atas standar teknologi apapun, bahkan pesawat terbang.
Dalam suatu industri, biasanya ada kategori dari si industri dari standar kesalahan dari suatu barang. Misal industri pembuatan pesawat itu hanya boleh memiliki standar 1:1000, artinya dalam setiap 1000 barang yang diproduksi, hanya boleh 1 yang salah. Kalau di industri nuklir perbandingannya 1:10.000.
Saya ambil contoh Korea. Pada awalnya Korea beli nuklir jadi dari Amerika. Kemudian mereka belajar bagaimana merawat, dan mendesain nuklir. Reaktor ke-5 mereka sudah mereka desain dan bangun sendiri dengan support penuh dari industri-industri di sana. Industri yang sudah pernah mengerjakan reaktor nuklir ini pun dengan cepatnya bisa meluaskan bidang garapannya, karena standar yang mereka gunakan sudah paling tinggi.
Untuk info saja, harga reaktor nuklir yang paling murah sekarang buatan India.
Yang kedua, reaktor nuklir bisa memberikan support energi yang sangat besar. Penyangga terbesar pasokan energi kita adalah dari BBM. BBM ini setengahnya dijadikan bahan bakar kebutuhan sehari-hari (kendaraan dll), setengahnya lagi untuk menjadi bahan bakar pembangkit-pembangkit listrik untuk menghasilkan listrik. Suplai dari reaktor nuklir bisa mensubstitusi kebutuhan terhadap listrik, BBM bisa di-save sampai setengahnya! menjanjikan bukan?
Amerika memliki lebih dari 150 reaktor nuklir, Jepang lebih dari 50 reaktor, China sedang memesan reaktor nuklir dengan berbagai tipe ke beberapa produsen di dunia (produsen nuklir antara lain Tosibha, Hitachi (jepang), Westinghouse (amerika), areva (prancis). Total reaktor nuklir untuk daya di dunia yang sudah beroperasi sekitar 440 buah.
Energi nuklir itu mempunyai daya yang besar, serta ramah lingkungan (tidak mengeluarkan COx dan SOx). Coba bandingkan dengan batubara.. Menurut pengamatan saya, tidak ada negara maju dan mau maju yang tidak menggunakan enrgi nuklir. Tidak mungkin hanya mengandalkan fossil fuel, dan energi alternatif lain mengingat dayanya yg jauh lebih kecil dari nuklir.
Kemudian selain itu, yang ketiga adalah persoalan politik dan budaya. Terminologi kebangkitan bagi saya adalah “pengakuan”. Mentalitas. Malulah saya sebagai bangsa ini, bangsa yang berada pada wilayah sangat strategis di dunia, yang di tanahnya tongkat kayu dan batu saja jadi tanaman; bila terus menerus dilecehkan sebagai bangsa terkorup, bodoh, eksportir tenaga kerja paling murah yang pemerintahnya bahkan terlalu takut untuk membela jika ada perkosaan atau penganiayaan sekalipun. Kepala kita akan tegak di hadapan dunia internasional jika kita memiliki harga, bargaining. Kita harus bangkit memperjuangkan kebutuhan kemanusiaan kita. Bergurulah pada Iran tentang hal ini
emang, politik itu memegang peranan penting dalam memutuskan apakah negara tersebut mau memiliki reaktor nuklir atau tidak. Ambil contoh Jerman. Pemerintah Jerman melarang pembangunan reaktor nuklir di sana sejak taun 80an. Mereka lebih tertarik untuk mengembangkan energi alternatif lain. Akibatnya sekarang Jerman itu mengimport listrik dari Prancis, yang 78% kebutuhan energi listriknya disupport oleh energi nuklir.
Dulu Bung Karno sudah berpikiran untuk memakai nuklir di Indonesia. namun keburu tumbang. Soeharto tampak tidak begitu serius mengembangkan nuklir. Zaman Mega-sekarang sudah mulai dipikirkan kembali penggunaan energi nuklir.
Untuk perancangan teknologi, kita sudah lebih dari cukup memiliki ahli-ahlinya. Operator mari kita serahkan kepada militer kalau memang kita takut terhadap budaya tidak disiplin dari kebanyakan rakyat sipil kita (pekerjaan operator adalah pekerjaan full robot yang berasas disiplin tanpa toleransi). Untuk masyarakat sekitar reaktor yang merasa akan dirugikan, sok silakan pemerintah kasih kompensasi yang lebih dari memadai untuk mereka. Selesai.
Teknologi nuklir yang ada sekarang dirancang sedemikian rupa, sehingga meminimalisir adanya kebocoran, apalagi percobaan senjata nuklir. Reaktor ini sangat berbeda dengan reaktor pada masa perang dingin. Reaktor-reaktor yang dibangun pada masa perang dingin itu memang dibuat sehingga limbahnya itu dapat digunakan sebagai senjata nuklir.
Reaktor jaman sekarang sudah serba otomatis, sehingga apabila ada kebocoran, dia akan mati dengan sendirinya dan dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis.
Di Indonesia, kita sudah memiliki 3 reaktor riset, di Batan Serpong, batan bandung (sebelah ITB), batan jogja (ar, pi, kita pan pernah ke batan jogja ya)..Itu di bangun taun 60 an. Menurut rencana waktu itu, taun 70an kita sudah memiliki reaktor.. (Emang hebat ya Bung Karno, udah bisa membaca kalo negara kita memang butuh reaktor nuklir sebagai sumber energi)
Jangan salah, kita juga memliki banyak ahli-ahli nuklir, yang bukan hanya diakui di Indonesia saja. Sekolahnya juga ada lho. (Jur Fisika Nuklir ITB, Jur Fisika Teknik UGM, STT Nuklir)
PS: buat CIA atau intel manapun, tenang saja, saya hanya orang yang pernah mengikuti kuliah introduction fisika nuklir saja. Saya tidak punya keahlian dalam bidang teknik nuklir, apalagi di bidang pemurnian uranium.
Masalah pengayaan uranium emang masalah sensitif. Ceritanya uranium alam itu hanya punya 0.01% kandungan U235. Padahal dibutuhkan sekitar 3% kandungan U235 untuk bahan bakar nuklir (reaktor versi PWR, reaktor tipe ini merupakan jenis reaktor yang paling banyak dipakai).
Untuk itu diperlukan yang dinamakan pengayaan uranium (uranium enrichment). Inilah yang menjadi kasus di Iran sono.
Amerika bersikukuh kalo Iran memiliki alat pengayaan uranium biar bisa buat bom nuklir. Padahal untuk membuat bom nuklir itu diperlukan enrichment U235 sampai 97%. Itu ga gampang..Ah itu mah kerjaan Amerika aja buat neken Iran.Sekedar info juga, reaktor yang ada di Iran itu ternyata dulu yang ngasih dana buat ngebangunnya Amerika lho. Waktu itu pakai teknologi dari Amerika dan Jerman.
Jadi untuk membuat bom nuklir itu ada 2 cara, yang pertama dari limbah bahan bakar nuklir. Ini biasanya limbah dari reaktor zaman perang dingin, bahan yang dihasilkan yaitu plutonium. Cara kedua yang dengan melakukan pengayaan uranium itu. And you know, Amerika bisa loh buat kedua bom itu. Buktinya waktu ngebom Hiroshima dan Nagasaki. Yang satu bom plutonium, yang satu bom uranium.
How about Indonesia? Sekarang sedang masuk masa tender. Setelah masa tender, mulai deh kita ngerancang reaktor yang tepat untuk Indonesia. Kalau menurut rencana, sekitar tahun 2017 reaktor pertama sudah mulai beroperasi di Muria sana.
So, masih mau pemadaman giliran, atau bisa saja ada krisi energi listrik di Indonesia? PLTN merupakan salah satu alternatif terbaik untuk menyelesaikannya. Saya yakin bangsa kita mampu kok mengelola nuklir ini. Dan mudah-mudahan dengan adanya PLTN juga bisa mendorong industri supaya lebih profesional lagi…

_zamzam
http://belajarmenulis.wordpress.com/

Insan Kamil
Nuclear Reactor Physics Laboratory
http://bangkamil.wordpress.com

Traktir aku klo kmu suka artikel ini...

1 Komentar

  • At 2008.08.24 12:42, andi said:

    westinghouse dah bukan punya amerika, punya jepang sekarang dah di beli ama mitsubishi

    (Required)
    (Required, will not be published)
    If your website is claim enabled, it will be notified that you have posted here.