Argonya terus berjalan…
Rabu, Maret 19, 2008 10:01Argonya terus berjalan…
[Markaz, 19 Mar 2008; "Mau pundung... tapi pundung kesiapa..."]
Aku ingin begini… aku ingin begitu…
ingin ini… ingin itu… banyak sekali…
semua… semua… semua… dapat di kabulkan…
dapat di kabulkan dengan kantong ajaib…
aku ingin terbang bebas diangkasa…
La… la… la… aku sayang sekali…
doraemon…
It’s been along time when I first watch that serial anime. Yeah, doraemon is one of a longlasting serial in indonesian television. This serial even pass the double life time of the sequeled serial ‘tersanjung’. Well, not something to be proud of, because this serial not a new one and not a work of indonesian. It broadcasted at japan since the middle of ‘70.
Something that I want to tell about this serial, I dont know is there who notice it, this serial is like a smooth brainwash for our youngster to be a pragmatist. All this monoton serial told was about a young Nobita who felt into a problem, then his robo-cat doraemon will help him with a gadget from his magic pocket. This main character show to our youngster how to built their own dream to get everything instantly. And guess what the stupiddest things of this serial? It broadcasted again and again in our television for over 15 years.
Sebenarnya yang mau aku bahas disini bukan serialnya. But as an intermezzo this thinking will quite necessary to tell. Ini sih sebenarnya masalah pribadi tentang aku yang mendadak merasa nggak punya pendirian (lagi nongkrong kaleee…). Lagu tema doraemon itu jadi serasa ngepas sama aku yang terlalu banyak keinginan. Pengen yang ini… tapi juga pengen yang itu… terlalu banyak ini dan itu… bingung sekali. Ngerasa terlalu maruk aja kalo pengen segalanya. Padahal aku bukan perfeksionis, aku cuma seorang pemimpi yang terlalu banyak ide didalam kepalaku sampe-sampe nggak fokus dengan apa yang sebenarnya harus dituju.
Kata orang, kalo keadaan kayak gini dibiarin terus ntar ngaruhnya kekejiwaan. Untung kalo nggak stress dan depresi, kalo iya… bisa-bisa gue ikut berkontribusi menambah jumlah member dari Rumah Sakit Jiwa terdekat (haiyah… nggak mauuuu!!). Dan sekarang aku berusaha mati-matian untuk berpikir realistis tentang banyak hal. Malah saking realistisnya jadi cenderung pesimistis dan pasrah.
Denger-denger nih… denger-denger… katanya si ‘babe’ sekarang balik ditodong-todong sama kubu akhwat soal kejelasan ‘availability’ aku (yah… ge-er amat!). Padahal si ‘Babe’ juga sama nggak tehe menehe makhluk macam apa yang fotonya nangkring dibiodata yang –kalo lancar– dikasi ke aku 3 bulanan lagi. Dan dasar pemimpi… gue jadi sering nebak-nebak kalo lagi ngelamun… “siapa ya… akhwat yang mau nungguin gw sampe 3 bulan kedepan?”. Kenapa nggak diprosesin sama yang merasa pada lebih siap aja?
“Lho, bukannya kamu juga ngerasa udah siap ya?” kepribadianku yang lain tiba-tiba nimbrung.
“Itu mah dulu cuy… waktu gw belum banyak pertimbangan.” jawabku sambil nempeleng jidatnya… (yang otomatis jidatku juga).
“Semakin gw berpikir realistis, semakin gw pesimis. Ternyata gw belum ngerti apa-apa soal kedewasaan.” tambahku lagi.
“Cie… beurat euy! Bisa nyadar juga lo…” ledeknya.
“Yang gw punya itu cuma gw ‘pengen yang kayak gimana’, bukan ‘gimana cara untuk mendapatkan yang kayak gimana-nya’ itu… bhuah… puh…puh…puh… belibet.” tambahku.
“Makanya… udah tembak langsung aja! Si itu tuh…”
“Lo kira sasaran tembak apa? Trus gw mo ngasih makan apa? Trus gimana nasib TA gw gimana? Realistis cuy… kenyataannya kalo emang pengen lancar-lancar aja sebaiknya TA kita dikerjain dulu. Semester depan SPP kita udah kagak dibayar nyokap lagi!”
“Adaow…!” dia mengaduh saat telapak tanganku kembali melayang ke jidatnya.
Yah… dialog virtual nggak bermakna tadi akhirnya semakin menambah waswas diriku saja. Sudah lewat 2,5 minggu dari 12 minggu (3 bulan) yang ditunggu-tunggu. Dapet apa sampe sekarang? No significance progress at all! Just some little preparation but don’t bring me to something. Haduh… kebayang lagi Akhwat-entah-siapa yang bakal nongol di dalem biodata tiga bulan lagi. Kasian amat harus nungguin ikhwan gak jelas kayak aku gini. Semoga aja aku nggak mengecewakan. Kalo aku sih udah pasrah ajalah… yang penting mah masih IteBe dan ngaji sudah lebih dari cukup. Oh iya satu lagi… Blogger!
Traktir aku klo kmu suka artikel ini...




wah…misteri hampir terkuak
tebakan anda kemungkinan meleset Mas Taplok…
Misteri nanaon lagian? Hehehe…
Hehe..kisahnya lutu..