By Ardian Perdana Putra • Maret 31, 2008 • Category: puito-melankolik |
Dan tibalah pada satu jenak repetisi memori…
Langkah-langkah siklik dalam kebekuan hari…
Onak yang menghantui menolak pergi…
Meninggalkan seonggok kenangan yang memudar tak berarti…
Aku terkurung dalam coret-coret keentahan tak pasti…
Terkungkung dalam sunyi teraduk sesal disini…
Sang cahaya angkuh, anggun menyuruhku pergi…
Tinggalkan harapan yang redup menunggu mati…
Ya Tuhan… Sang Cahaya kembali dari masa lalu…
Menitis menjelma memanggil rindu…
sang kalbu berteriak menyesal menangis pilu…
tinggalkan sesak penantian yang hilang dalam ragu…
[Deja Vu ini membawa separuh jiwaku pergi]
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me« Akhirnya… WP 2.5 Stable released… | Home | Kendala bahasa »