Langit, Izinkan Aku Menemukan Pelangiku

The final decision is…

By Ardian Perdana Putra • Februari 25, 2008 • Category: curhat, mahasiswa, refleksi, tarbiyah |

The final decision is…

[Markaz, 24 Feb 2008; “Biarkan sore ini gerimis… Tak berarti hatiku gerimis…]

 

[24-02-08; 16:25; “Leaving on The Jetplane” ON]

Dua minggu kebelakang aku kembali berdiskusi dengan ibuku tentang masa depan. Kupikir persetujuan itu ternyata memang merupakan sebuah keputusan berat yang sulit untuk diungkapkan. Saat aku pertama kali menanyakan ketegasan sikap beliau pertama kali dalam dua minggu kemarin, beliau hanya tersenyum dengan pertanyaanku yang malu-malu itu. Tidak juga ada pernyataan tegas yang terlontar meskipun kutanyakan hal itu beberapa kali. Dan akhirnya kepastian yang kutunggu-tunggu itu terjawab juga sore ini, melalui sebuah SMS sepanjang 3 seri yang berisi komentar tentang interviewku di Edulab plus jawaban soal itu. Isi SMSnya: “Amin, alhmdulllh,smg dtrm.TpParalel dg TA g ngaruh tu?Ttg pertnyaan km ibu jd mkr bhw sbnrnya km itu labil.Blm jg 1mg blg alhmdllh dtolak& mo konsen keTA koq tiba mo pross lg.Ibu ngrti km emg dh pngin ***** tp utk saat ini apa ga sbaikny dlm 2-3bln ini kmu fokus keTA, cancel yg lain.Bgitu tinggl finishing sok msk proses.”.

Plong? Ya iya lah… ada jawaban adalah lebih baik daripada ketidakpastian yang mengambang. Sejurus kemudian yang terlintas dipikiranku adalah, 2-3 bulan itu adalah wujud kepercayaan ibuku pada anak sulungnya. Sebuah kepercayaan seorang ibu pada kemampuan anaknya menghadapi masalah disaat anaknya sendiri meragukan kemampuan dirinya. Aku lebih legowo dengan nasihat ibuku itu ketimbang pertanyaan-pertanyaan ‘Babeh’ yang mengajakku berpikir ulang tentang keputusan itu.

Aku langsung lapor ‘Babeh’ soal jawaban itu, dan beberapa saat kemudian beliau membalas SMSku.

Klo bgtu kta ikuti aja saran ibu antm ya. Proyek antm 2-3 bln kdpn adlh TA dan maisyah. Mslh data jangan difikrkn dlu, ya.

“Yes… sir!” jawabku dalam hati. Aku segera sepakat.

[24-02-08; 16:49; “Jejak Langkah…” ON]

Sebenarnya aku nggak bisa bilang kalo aku akan fokus ke TA sepenuhnya. Jika keterima, aku kemungkinan akan kerja di edulab mulai minggu depan. Selain itu rundown kerja GPH juga harus berlomba dengan waktu. Kupikir aku mulai harus ada alternatif sumber permodalan selain pak Eflin dan IIB. Entah siapa yang harus kudatangi di Jakarta. Selain itu targetan-targetan lain yang harus kukejar masih mengikuti dibelakang. Mumpung masih mahasiswa, masih banyak hal yang bisa kukejar sebelum benar-benar pergi dari dunia idealisme semu ini yang hanya beberapa saat lagi kujalani.

Wassalam….

Meskipun tembok yang tinggi mengurungku… berlapis pagar duri disekitarku…

Tak satu pun yang mampu menghalangiku… menyala di dalam hatiku…

Hari ini, hari milikku… Juga esok masih terbentang…

Dan mentari ‘kan tetap menyala… disini, diurat darahku…

disini didalam hatiku…

[Mentari, Abah Iwan Abdurrahman]

 

SUPERHERO by: Ardee

C G Am F G C G Am F G C

D_______Em_________Am__________________________

Kubayangkan seandainya dunia ini damai

D_______Em________Am___________________________

Takkan ada permusuhan berganti persahabatan

D__________Em_______Am_________________________

Tak perlu ada ketakutan oleh kejahatan

D_________Em________Am_________________________

Ku tak perlu takut ada yang kan mengganggu kita

 

[Bridge]

F______G____________Am___________Em____________

Tapi kusadari itu hanya dalam mimpi

F______G________________Am_________Em__________

Penyelamat bumi hanya dalam imajinasi

 

[Reff.]

C________________________G_____________________

Andainya aku jadi superhero

_______________________________________________

kan kuselamatkan engkau

Am______________________F______G_______________

dari penjahat yang mencuri hatimu

________C__________________________G___________

Kan kubawa kau terbang jauh keangkasa

_________________Am____________________________

melihat luas dunia

_______________________F____________G__________

kan kuyakinkan dirimu akan indah cakrawala

 

D______Am_________Em___________________________

Seandainya mimpi itu dapat mudah tercapai

D_________Am______Em___________________________

Waktuku hanya ada untukmu… bersamamu…

D________Am______________Em____________________

Dan tak ada yang kan mengganggu saat-saat kita

D________Am_______Em___________________________

Karena kujaga dunia

Back to [Bridge] then [reff.]

 

[*]

*Lyric censored*

 

[solo guitar]

C G Am F G C G Am F G C

 

Na na na na na na na na na na na na na na na na

na na na na na na na na na na na na na 2x

(C G Am F G C G Am F G C)

 

Back to [Reff.] Fade out

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Tidak ada Komentar

(Required)
(Required, will not be published)

« Kita hanya… | Home | [CERPEN] Layar-Layar Kaca »