Mungkin Suatu Saat Nanti
[Markaz, 28 jan 2008; “Faa watstsiqillahumma rabithatahaa…”]
Beberapa minggu sebelum acara perpisahan SMA ku, sambil mengisi waktu mempersiapkan SPMB aku iseng menulis lagu ini. Tadinya aku berharap lagu ini bisa dibawakan saat acara perpisahan. Tetapi ternyata nggak ada sesi musik di hari itu. Aku masih berharap, mungkin saat wisuda nanti lagu ini bisa kubawakan.
![]()
Mungkin Suatu Saat Nanti
Sudah tak ada lagi yang harus engkau sesali
Semua yang terawali pasti kan berakhir nanti
Lebih baik kau ingat semua kenangan manis kita
Segala yang kita tinggalkan… bersama…
Cukup… mungkin untuk saat ini
Kita simpan hari ini untuk bekal esok nanti
Biar… biar semua terkunci
Untuk bahan dongeng kita untuk anak cucu nanti
Bridge:
Ku tahu perpisahan memang menyakitkan
Namun mengingatkan akan arti pertemuan
Suka duka dan kenangan kita jadikan ikatan
Agar takkan pernah terlupakan
Reff:
Mungkin suatu saat nanti kita saling menemui
Dengan canda dan kekonyolan kita
Mungkin suatu saat nanti kita sama menyadari
Akan arti persahabatan kita
Cukup… mungkin untuk saat ini
Kita simpan hari ini untuk bekal esok nanti
Biar… biar semua terkunci
Untuk bahan dongeng kita untuk anak cucu nanti
(back to bridge, reff)
Coda:
Slamat tinggal kawan, kejar semua impianmu
Sampai jumpa kelak…. Mungkin suatu saat nanti….
[Untuk semua saudaraku di kampus… semoga istiqamah]
Wassalam….
Sunset’s Admirer
« Kata ibuku… | Home | Gak jadi begadang nih… »