Gak jadi begadang nih…

Minggu, Januari 27, 2008 16:46
Posted in category curhat, mahasiswa, refleksi

Gak jadi begadang nih

[Markaz, 27 jan 2008; “Masih ngantuk…”]

 

Semalam aku pulang dari lab sekitar jam 23.30. Akhirnya nggak jadi begadang untuk bikin kurva tumbuh. Ya… untuk kedua kalinya aku gagal dan harus mengulang. Tetapi kali ini tanpa acara ‘pundung-pundungan’ segala. Malah sepanjang jalan antara lab dan pelesiran aku cuma tersenyum, kini dengan senyum puas.

Memang aku harus mengulang lagi, tetapi dari kegagalan tadi malam ada dua lembar catatan di logbook TA ku yang kudapat sebagai evaluasi pekerjaanku hari itu. Untuk pembuatan kurva tumbuh Saccharomyces kali ini, aku relatif-agak-sedikit-berkurang dari segi kecerobohan. Aku juga kerja dalam kondisi yang kondusif karena hanya Hilda dan Top-X (Gini nih fakultasku, cewek nginep dilab mah biasa dan harus dibiasakan, sekitar tengah malam ada Diez) yang nginep di lab. Biasanya aku agak canggung jika bertanya keangkatan 2004, tapi didepan mereka rasa maluku hilang, coz’ they give me full support and advices in my work.

Desember lalu, walau aku bilang nggak pundung, sebenarnya motivasiku sempet drop untuk ngerjain TA. So, the true situation was ‘I absolutely pundung’. Ya iya lah… gimana gak pundung coba, when we tried our best (though with a ‘blank’ mind that not-knowing-what-to-do-exactly) then we know that there was a mistake that not belong to ourselves but made us to back to the first step. Ya… asisten labku baru memberi tahu saat aku sudah siap begadang (waktu itu) bahwa kultur Sacharomyces yang ia berikan beberapa minggu sebelumnya ternyata sudah terkontaminasi sejak awal, yang berarti aku harus mengulang semua step sebelumnya. Lumayan sih… aku harus menyiapkan medium lagi untuk minta pure culture (yang nggak konta tentunya), men-streak agar lagi, menyiapkan medium cair untuk 3 level aktivasi (5ml, 50 ml dan 250 ml), trus juga mensterilisasi macem-macem alat & bahan.

Dan ternyata libur panjang akhir tahun datang, yang berarti lab PAU hanya terbuka hanya untuk orang-orang yang megang kunci. Aku memang megang kunci lab, tapi Ike, Pipi, dan Rifan sepertinya nggak ada yang berencana kerja. So untuk sekali dua kali kerja lab sendirian aku sih masih ok (kesempatan untuk nyanyi sambil triak-triak tanpa diliatin orang). Tetapi selanjutnya aku rada ogah juga, setres juga sendirian di PAU lantai 6, apalagi sampe malam. Akhirnya, TA ku ku hibernate sampe januari ini.

Setelah itu aku mengisi waktu dengan ngerjain tugas-tugas GPH, ngelanjutin nulis novel, dan blogging. Refleksinya… apa ya refleksinya… mungkin jangan ceroboh kali ya. Trus, jangan lupa… ibaratnya hidup, TA itu ada ‘ajalnya’. Suatu saat pasti harus dikerjain juga, gak bisa pundung terus-terusan kan. Jadi mending segera mulai lagi, dari situ kita terasah dan semakin terampil.

Seorang Ibnu Hajar Al-Asqalani pun yang ketika kecil begitu sulit untuk menghafal akhirnya dapat menjadi ulama besar karena terinspirasi melihat fenomena alam. Sebuah batu yang kokoh pun akhirnya berlubang juga karena tertetesi air selama bertahun-tahun (Nama ‘ibnu hajar’ berarti ‘anak batu’ yang diambil dari kisahnya tersebut). Intinya nothing in the world that can’t change… and people change their life with never ending trying and learning.

 

Wassalam….

Sunset’s Admirer

Traktir aku klo kmu suka artikel ini...

You can leave a response, or trackback from your own site.

Tidak ada Komentar

(Required)
(Required, will not be published)