Home » Archive

Articles Archive for Januari 2008

Headline, puito-melankolik, renungan »

[31 Jan 2008 | 2 Comments | 66 views]

Hmm… ruangan labkom yang ber-AC perlahan mulai memperlambat laju keringatku yang keluar (Cie… sok puitis). Akhirnya setelah panik tadi pagi, laporan KP akhirnya *hampir* terselamatkan. Iya nih… gara-gara salah tunjuk warna cover, 50 ribu rupiah melayang… Laporan KP yang *harusnya* sudah siap kemarin sore jadi molor… Tetep aja dikumpulinnya mendekati *ajal*.
Anyway, kalo hari ini nggak ngumpulin laporan ini ke TU, nilaiku keancam E untuk yang kedua kalinya. Dasar aneh… orang mah 2 tahun ngerjain TA, aku butuh dua tahun untuk sekedar KP. InsyaAllah masih keburu sih… tapi kemana ya si …

Featured, refleksi »

[30 Jan 2008 | No Comment | 58 views]

Skakmat! Aku mati kutu…
[Markaz, 28 jan 2008; “No turn over, but there’s many thing to consider…”]
Tadi malam aku membaca sebuah tiga seri artikel yang setelah kukonversi ke word menjadi 18 halaman. Artikel dari seorang ustad ini terasa ‘menampar’ku berkali-kali, sehingga membuatku ber-‘oh… iya ya!’ berulang-kali. Aku merasa bodoh seketika, karena apa yang dibahas disana semua kuamini kebenaran logikanya. Oh… iya ya…! Seorang muslim memang harus jadi orang kaya. Bukan untuk gaya-gayaan, tetapi lebih dari itu karena secara realistis harta merupakan sebuah wasilah yang universal agar dakwah bisa diterima dari golongan …

biografi, puito-melankolik, renungan »

[30 Jan 2008 | No Comment | 92 views]

Sedikit foto masa lalu…
Mengingatkan kita bahwa akhir adalah sebuah keniscayaan…
Dan jika saat itu tiba…
tak ada dari kita yang mampu membuat detik-detik berhenti bergerak…

Cucu generasi pertama dari Alm. Eyang kita…
Nggak kerasa sekarang kita semua udah dewasa…
putih abu-abu pun sudah tidak lagi kita nikmati…
Masihkah akan sama waktu yang ‘kan terlewati nanti…?
Hitomi no Jyunin by L’arc En Ciel 
kazoekirenai… demo sukoshi no saigetsu ha nagare
ittai kimi no koto wo dore kurai wakatteru no ka na?
yubisaki de chizu tadoru you ni ha umaku ikanai ne
kizuiteiru yo fuan sou na kao kakushiteru kurai
isogiashi no …

renungan »

[29 Jan 2008 | No Comment | 83 views]

Tadi malem aku lapor ke Ibuku soal progress TA yang untuk kedua kalinya gagal di satu tahap. Sekalian iseng aku laporkan juga ‘progress’ yang lain… Kubilang bahwa aku lagi nunggu jawaban dari akhwat yg… bla… bla… bla…
Ibuku seperti biasa menghiburku dengan kalimat-kalimat motivasi supaya nggak down dengan TA ku, plus tambahan sedikit:
“km jgn matok tinggi2 u/Akhwt, klo kbanting sakit!”
Aku sekali lagi hanya bisa tersenyum. Iya sih… bener juga, makanya harus siap mental.
Tiba-tiba saja aku jadi inget betapa jarangnya aku mendoakan ayah dan ibu. Bukan jarang terucap, tetapi jarang menyertakan ruh/spirit …

Bebas »

[28 Jan 2008 | No Comment | 87 views]

Mungkin Suatu Saat Nanti
[Markaz, 28 jan 2008; “Faa watstsiqillahumma rabithatahaa…”]
 
Beberapa minggu sebelum acara perpisahan SMA ku, sambil mengisi waktu mempersiapkan SPMB aku iseng menulis lagu ini. Tadinya aku berharap lagu ini bisa dibawakan saat acara perpisahan. Tetapi ternyata nggak ada sesi musik di hari itu. Aku masih berharap, mungkin saat wisuda nanti lagu ini bisa kubawakan.
 

Mungkin Suatu Saat Nanti
 
Sudah tak ada lagi yang harus engkau sesali
Semua yang terawali pasti kan berakhir nanti
Lebih baik kau ingat semua kenangan manis kita
Segala yang kita tinggalkan… bersama…
 
Cukup… mungkin untuk saat ini
Kita simpan hari ini …

Featured, Headline, refleksi »

[27 Jan 2008 | No Comment | 51 views]

Gak jadi begadang nih…
[Markaz, 27 jan 2008; “Masih ngantuk…”]
 
Semalam aku pulang dari lab sekitar jam 23.30. Akhirnya nggak jadi begadang untuk bikin kurva tumbuh. Ya… untuk kedua kalinya aku gagal dan harus mengulang. Tetapi kali ini tanpa acara ‘pundung-pundungan’ segala. Malah sepanjang jalan antara lab dan pelesiran aku cuma tersenyum, kini dengan senyum puas.
Memang aku harus mengulang lagi, tetapi dari kegagalan tadi malam ada dua lembar catatan di logbook TA ku yang kudapat sebagai evaluasi pekerjaanku hari itu. Untuk pembuatan kurva tumbuh Saccharomyces kali ini, aku relatif-agak-sedikit-berkurang dari segi kecerobohan. …

puito-melankolik, renungan »

[26 Jan 2008 | No Comment | 27 views]

Aku cuma berharap apapun yang Allah putuskan adalah yang terbaik. Apapun itu…
Nyaris 4 tahun lalu, untuk pertama kalinya aku melihatnya. Biasa saja… datar… bukan suatu moment spesial bagiku waktu itu…
Diklat Taplok OSKM 2004, aku sekelompok dengannya. Aku kerap kali melihatnya menunduk saat berbicara dengan lawan jenis…
Dan hari ini, bertahun-tahun setelah itu aku tersenyum… memang tidak ada yang dapat menerka jalan hidup manusia. Minggu-minggu ini adalah saat dimana aku merasakan hatiku lebih lapang. Lapang untuk menerima apapun yang akhirnya harus kujalani besok, minggu depan, tahun depan, kapanpun…
Bismillah, semoga apapun keputusannya adalah …

Bebas »

[25 Jan 2008 | No Comment | 41 views]

Nggak ada yang tahu apa yang tertulis di lauhul Mahfudz kan?
Jadi…
Try my best, then see what Allah decides for me…
Traktir aku klo kmu suka artikel ini…

refleksi, renungan »

[24 Jan 2008 | No Comment | 54 views]

Ukhuwah: Perjalanan panjang Salamatusshadr hingga Itsar
Bismillah…
Salah satu wujud nyata kecintaan kita pada Allah adalah besarnya cinta kita pada saudara kita seiman. Sederhananya, dapat terukur dari seberapa besar ukhuwah yang kita tunjukkan terhadap saudara-saudara kita tersebut. Bentuknya amat beragam, bisa jadi sesuatu yang pahit sekalipun dari mereka bagi kita, bisa jadi sebenarnya merupakan suatu bentuk penjagaan yang memiliki hikmah tersembunyi. Maka dari itu, ada suatu arti penting dari senantiasa berprasangka baik terhadap saudara-saudara kita tersebut.
Tingkatan ukhuwah sesuai hadits nabi adalah yang terendah berupa salamatusshadr atau kelapangan hati terhadap apa …

renungan »

[22 Jan 2008 | 2 Comments | 37 views]

Assalamualaikum,
Punya kesempatan 20 menit sebelum labkomnya tutup. Nulis apa ya…
Hohoho… semalam ada empat ikhwan yang  ikut jagain Dwi di rumah sakit. Dasar cowok kalo udah ngumpul obrolannya ‘nyerempet-nyerempet’ gitu deh…! Berawal dari sebuah pertanyaan ‘kurang ajar’ yang bikin panik dari Ihsan: “Antum lagi proses ya?”
Waduh, gimana ya jawabnya kalo begitu? Karena udah keburu sal-ting, akhirnya kujawab saja “ya!”, karena officially aku memang masukin biodata, walopun progressnya belum jelas.”. Tapi aku memang sengaja mengiyakan karena penasaran kok bisa dia nebak-nebak kayak gitu. Ihsan ngejawab, “Feeling aja sih…”. Aku gak puas sama …