Situs Komunitas Bisnis Pemula
[Markaz, 6 Juni 2007; “Gw butuh web-programmer nih...”]
|
Beberapa hari ini perhatian saya sedang ‘agak’ terfokus (karena lebih sering gak fokusnya) pada beberapa hal, utak-atik javascript untuk peningkatan performa blog, pusing pilih-pilih blog-provider yang paling cocok dengan kebutuhan dan selera saya, ide mem-buku-isasi blog saya menjadi autobiografi 25 tahun kehidupan saya, mikirin perbaikan proposal bisnis-plan dan tagihan desain batik. Yah, kalo dipikir-pikir jadinya emang gak fokus, walo pun pengennya bisa fokus. Agak ‘gatel’ ngliat peluang-peluang yang muncul saya temui, dan kayaknya melepaskan ato ngerelain beberapa sepertinya gak masuk opsi saya. Jadi, kayaknya mau coba dimaksimalin aja semuanya, sambil tetep ngukur-ngukur mana yang emang layak dikejar mana yang harus ditunda. |
Kita sering mendengar ada yang membanding-bandingkan antara orang yang bekerja sebagai karyawan dengan orang yang membuka lapangan pekerjaan baru dengan berbisnis. Sebagian orang berpendapat bahwa menjadi pengusaha lebih baik dari pada karyawan, sebagian yang lain menganggap menjadi karyawan merupakan jalan yang lebih aman untuk memperoleh pencaharian. Apapun alasannya kedua pilihan tadi mungkin kurang lebih sama baiknya, masing-masing memiliki plus minus tersendiri. Karena tidak lantas dengan memilih menjadi pengusaha, seseorang menjadi sukses. Seseorang yang menjadi karyawan pun belum tentu aman dari ancaman PHK, karena bisa saja perusahaan tempatnya bekerja tiba-tiba bangkrut.
Campus-preneur dan Jatuh Bangun Bisnis
Satu hal yang saya yakin dapat kita sepakati adalah bahwa memulai bisnis bukan suatu perkara gampang. Jatuh bangun dalam menyusun tangga kesuksesan adalah suatu hal biasa dan wajar. Karena itulah, begitu banyak orang yang menyerah dari bisnis yang ia mulai karena kalah mental dalam menghadapi persaingan yang ada. Tetapi diluar fenomena itu tak jarang pula yang ‘membandel’ menghadapi kegagalan kemudian mencoba jalur yang lain sehingga akhirnya dapat survive. Ternyata tidak hanya diluar kampus saja persaingan untuk survive dalam bisnis ini ada, bahkan mahasiswa hingga dosen pun tertarik untuk berbisnis.
Jika kita lihat fenomena yang cukup dekat dengan lingkungan kampus sendiri, bisa jadi hal tersebut begitu mudah kita temui. Mungkin saat kita masih berkutat dengan tugas kuliah dan praktikum ternyata teman kita justru pusing dengan businessplan-nya. Mungkin pula ada dosen kita yang membuat kita terkagum-kagum dengan home industry yang dikembangkannya, atau sebaliknya membuat jengkel karena berproyek-ria dan membuat kuliah terbengkalai. Atau jangan-jangan malah kita sendiri yang ternyata tertarik untuk mulai mengelola bisnis. Fenomena ketertarikan tersebut makin marak dan mewabah seiring banyaknya lomba bertajuk “entrepreneur challenge” yang ditujukan bagi mahasiswa seperti IEC, SYEC, PKM, dll.
Tentunya hal diatas merupakan hal yang menggembirakan. Ditengah masih terpuruknya perekonomian negeri kita dan tingginya tingkat korupsi di Indonesia perkembangan calon-calon pengusaha baru merupakan titik terang munculnya lapangan kerja baru. Hal ini jika dikelola dengan baik akan berdampak baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat seiring menurunnya tingkat pengangguran dinegeri ini. Disamping itu berkembangnya entrepreneurship sejak di lingkungan kampus berpotensi untuk memacu semangat berwirausaha pada strata masyarakat lainnya. Layaklah kiranya bagi kita untuk optimis bahwa negeri kita dapat bangkit dari keterpurukan yang kita alami sekarang.
Akselerasi perkembangan bisnis baru melalui situs komunitas
Salah satu cara untuk mendukung tumbuhnya entrepreneur-entrepreneur baru adalah dengan menyatukan calon-calon pengusaha dengan pengusaha yang telah mapan. Dengan begitu maka terjadi proses transfer nilai dan etos berusaha dari pelaku yang telah sukses ke para pemula. Hal ini menjadikan proses “belajar dari nol” yang dilakukan para pengusaha baru itu berlangsung lebih cepat. Selain itu peluang kerjasama antar pebisnis-pebisnis tersebut terbuka lebar, sehingga secara otomatis terbentuk suatu jaringan perekonomian yang kuat dan saling menguatkan.
Salah satu contoh yang mudah mungkin Liqo’at bisnis yang beberapa bulan lalu sempat terdengar diantaranya di Bandung sendiri. Melalui pertemuan-pertemuan pengajian ini, pebisnis-pebisnis muslim baru dapat membangun jaringan bisnisnya dengan kedekatan kekeluargaan yang terbangun antar anggotanya plus peningkatan spiritualitas mereka. Komunitas-komunitas ini sangat membantu bagi para pemula karena ada saudara-saudara baru yang siap membantu mereka dengan dasar landasan yang kuat, yaitu landasan kesamaan aqidah.
Secara tidak terduga tercetus gagasan untuk membuat situs komunitas yang dapat menyatukan para wirausahawan pemula, orang yang tertarik untuk mengenal kewirausahaan dan pengusaha mapan yang telah sukses dibidangnya. Awalnya ide ini muncul dari masalah sederhana, keinginan untuk belajar membuat business plan. Hal tadi ditambah ketertarikan terhadap bidang web-development membuat saya kemudian terpikir untuk mengembangkan suatu layanan pembuatan business plan secara On-line. Ide ini kemudian berkembang lebih jauh menjadi situs komunitas, karena saya pikir sekedar bisa membuat business plan saja tidak cukup. Terpikirkan untuk membuat suatu wahana yang memfasilitasi konsultasi seputar memulai bisnis, tempat bertukar info mengenai peluang yang ada, dan jaringan bisnis yang dapat menyatukan pebisnis baru dari seluruh nusantara.
Saya melihat ide ini berprospek untuk dikembangkan, terutama untuk mempercepat pertumbuhan usaha baru di Indonesia. Jika melihat perkembangan yang begitu pesat dari situs komunitas seperti friendster, multiply serta blog seperti blogger dan wordpress tentunya situs komunitas bisnis pemula ini memiliki prospek yang sangat baik.
[ bersambung!! “Berhubung tiba-tiba kamil curhat soal tugas bisnisplan Maninovnya, maka buyar sudah ide lainnya....” dilanjutkan lain waktu, tapi insya Allah, proyek ini sedang disusun blueprintnya..... tinggal nyari temen, terutama yang ahli soal PHP, My SQL, dan Javascript.....]
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me« Nemu nih, ada permainan keren!! thanks to DHTMLgoodies. | Home | wealthtoolbox- How It Work? »
gmn mas? udah jadi web komunitas-nya. Kalo udah aku di kabarin ya. Pengen ikut nimbrung
contoh binisplan yang menjual
tolong donk saya dikirimi contoh bisnisplan yang menjual!!!
thx, semoga 4JJI yang membalasnya …
Assalammu’alaikum WW
AKu anna, mhsw Unand, manejemen 05.
Aku lagi nyari2 contoh Bisnis Plan untuk makanan ringan. Eh… nyasar ksini.
KAlo boleh, ada persediaan contoh bisnis plan gak??
Bagi donk..
Thx ya…
Kirim aja ke email aku
Thx lg…. ^_^
Kalo web, sekarang belum ada… tapi untuk komunitas, sekarang dikampus saya sdh ada beberapa. Awalnya kebanyakan muncul dari kumpul2 non formal yang berakhir pada komitmen bareng bareng.
Saya sendiri sekarang ikut di Ganesha Forum for Indonesia, dan Ganesha Enterpreneur Club
@ Rahman
Waduh menjual itu maksudnya gimana ya?
Bisnisplan itu nomor 2, Nomor 1 ide bisnisnya dulu dunk…
Kalo idenya brilian, unik, inovatif, dan (tentunya) Prospektif, masalah ‘tampang’nya si Bisnisplan mah udah gak dipikirin lagi.
Yang saya dapet dari temen2 yang udah berpengalaman, Investor yang baik nggak akan terlalu peduli sama format bisnisplan, tapi lebih ke kesiapan orangnya, trus ide inovatifnya.
@Anna
Salam kenal….
Wa’alaikum salam
Untuk bisnisplan makanan ringan, aku pernah punya satu, tapi gagasannya temen (saya simpen sebagai referensi aja) selain itu saya ada bisnisplan Makanan Sarapan Cepat Saji. Ok, ntar saya kirim.
tuan..boleh kah saya minta contoh bisnis plan untuk makanan ringan?kebetulan saya mempunyai tugas dari matakuliah wirausaha yang harus selesai hari rabu ini:(.sedangkan background saya bukan dari ekonomi..kiranya tuan bisa membantu..terima kasih..tuan biasa mengirimkan ke alamat email saya..
temen2 bisa coba di http://www.elozone.com, kalo ngga salah itu sama kaya komunitas - komunitas lainnya, ada juga add relasi. tapi masih minim fiture, yang cocok buat usaha, promosi produk, ada ruang menampilkan produk seperti ecommerce..tapi belum bisa transaksi cuma kirim pesan aja.
sulit njelasinnya, coba saja… mumpung masih anget :)… bahasa indonesia kok, kliatannya made in INDONESIA.